Peningkatan Kapasitas Pendidikan dengan Google for Education di Kabupaten Gunungkidul

27 Juni 2019

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bekerjasama dengan Google Indonesia dan sebagai tindak lanjut untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan di Kabupaten Gunungkidul, menyelenggarakan Program Sekolah Rintisan Google (Google Pilot School Program).

Tujuannya menjadikan pendidikan di Kabupaten Gunungkidul siap untuk menjalankan metoda pembelajaran abad informasi; berkesesuaian dengan sasaran pendidikan Kabupaten Gunungkidul; serta dapat menghasilkan lulusan pendidikan yang bisa menjadi pelaku ekonomi di era Industri 4.0.

Untuk dapat memenuhi tantangan Revolusi Industri 4.0 atau era Ekonomi berbasis Teknologi Otomatisasi dan Jaringan Internet, pelaku ekonomi diharapkan memiliki kecakapan yang kuat yaitu Kemampuan Berkomunikasi, Berkolaborasi, Berpikir Kritis, dan Kreatif.

Serta dipungkaskan dengan Kemampuan Pemecahan Masalah (Problem Solving). Untuk dapat menguasai kecakapan-kecakapan tersebut diperlukan teknologi yang tepat untuk menunjang penguasaan dalam waktu singkat.  Google melalui program Google for Education, yang bersinergi dengan layanan teknologi pembelajaran jogjabelajar.org yang dimilliki oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan dukungan infrastruktur dan layanan teknologi yang berhubungan dengan tujuan penguasaan kecakapan-kecakapan tersebut di atas.

Program Sekolah Rintisan Google (Google Pilot School Program) merupakan Program lanjutan yang dijalankan oleh Google di Provinsi DIY setelah Program Sinergi Google for Education dan jogjabelajar diluncurkan akhir November 2019. Program ini diputuskan untuk dilaksanakan di Kabupaten Gunungkidul DIY setelah mempertimbangkan kesiapan infrastruktur pendukung dan sekolah-sekolah yang akan menjalankan Program tersebut.

Tujuan Program ini adalah membangun Sekolah-sekolah Rintisan yang akan menjadi model implementasi layanan teknologi pembelajaran berdasar Google for Education yang dapat digunakan oleh banyak sekolah di wilayah Indonesia umumnya, dan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada khususnya.

Termasuk dalam Program Sekolah Rintisan Google ini adalah peminjaman perangkat Chromebook sebagai Alat Pembelajaran di Sekolah dan untuk memperluas dan memeratakan akses teknologi bagi pelaku Pendidikan,  Pelatihan intensif Layanan Google for Education dan Metoda Pembelajaran Berpikir Komputasi (Computational Thinking), Optimalisasi Layanan Google for Education melalui domain jogjabelajar.org, dan Pemantauan berkelanjutan pasca Pelatihan untuk memastikan sasaran pelatihan dapat tercapai.

Program ini melibatkan mitra kerja resmi Google for Education di Indonesia, yaitu PT. Duta Digital Informatika sebagai Partner Pelaksana Sinergi dan Kerjasama jogjabelajar dan Google for Education, dan penyedia Perangkat Chromebook sebagai Alat Pembelajaran, serta PT. Refo Indonesia sebagai Partner Pembangunan Profesionalitas Guru yang memberikan pelatihan kepada Guru-guru di Sekolah-sekolah yang mendapat kesempatan sebagai Sekolah Rintisan Google.

Program ini juga melibatkan Bebras Indonesia, sebagai mitra pelatihan metodologi pembelajaran berbasis Pemikiran Komputasi (Computational Thinking). Sebagai penerima Program ini adalah sekolah-sekolah yang mewakili jenjang pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Gunungkidul, yaitu SDN 1 Wonosari, SMPN 1 Karangmojo, dan SMAN 1 Playen. Sekolah-sekolah ini yang diharapkan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya di wilayah ini. Sekolah-sekolah Rintisan ini dipilih karena memenuhi beberapa kriteria yang disyaratkan oleh Google Indonesia dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, antara lain ketersediaan jaringan internet pita lebar, terdapat penanggung jawab sistem komputer, dan guru-guru yang memiliki keinginan untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi.

Sekolah-sekolah Rintisan Google ini nantinya akan menggunakan Perangkat Chromebook, komputer dengan teknologi yang dikembangkan oleh Google; yang merupakan perangkat pembelajaran multifungsi dan multi pengguna yang menggunakan Sistem Operasi Chrome OS yang dikembangkan Google.

Perangkat Chromebook memungkinkan Layanan Pembelajaran Google for Education, termasuk Gmail, Aplikasi Produktivitas seperti Google Docs, Slide dan Sheet, serta Aplikasi lainnya berjalan dengan Optimal dan tanpa kendala. Chromebook juga memiliki fitur keamanan yang tinggi dan pengaturan pemakaian Perangkat yang dapat dikendalikan oleh Admin sekolah sehingga Perangkat ini dapat memenuhi aturan-aturan tentang alat belajar yang hendak dilaksanakan oleh Sekolah.

Hasil Pelatihan Aplikasi Pembelajaran G Suite for Education dan Metodologi Pembelajaran Berpikir Komputasi (Computational Thinking) diharapkan akan menghasilkan Guru-guru Pelatih dan Jagoan Google (Google Champion Teacher/Trainer) yang bisa membagi pengalaman yang sama dengan para Guru sejawat tentang kemudahan memanfaatkan teknologi Google untuk proses pembelajaran.

Pelatihan ini juga akan disertai dengan pendampingan yang juga bertujuan mempersiapkan para Guru untuk mendapatkan sertifikasi internasional dari Google untuk Pendidik Google (Google Educator). Pelatihan kepada para Guru Jagoan Google dan pemanfaatan Chromebook dilakukan di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul pada tanggal 24 s/d 28 Juni 2019.

Inisiatif dari Google Indonesia dibantu oleh Mitra Resmi Google Indonesia yaitu PT. Duta Digital Informatika dan PT. Refo Indonesia, bermaksud juga mensupport Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang tengah berupaya untuk mewujudkan Kota/Kabupaten Cerdas (Smart City). Sebagaimana telah diumumkan sebelumnya, bahwa Kabupaten Gunungkidul masuk dalam Kota/Kabupaten dalam Program Gerakan Menuju 100 Smart City di tahun 2019. Program Sekolah Rintisan Google ini diharapkan menjadi layanan Unggulan pada kategori Pendidikan Pintar (Smart Education) yang pada akhirnya akan dimanfaatkan oleh seluruh pemangku pendidikan di Kabupaten Gunungkidul

 

Sumber : https://www.itworks.id/20297/peningkatan-kapasitas-pendidikan-berbasis-teknologi-dengan-google-for-education-di-kabupaten-gunungkidul.html